Sejarah Gucci
Gucci adalah salah satu Brand fashion asal Italia yang didirikan sejak tahun 1921. Gucci dikenal karena produk-produknya yang eksklusif dan berkualitas. Pada tahun 2015, Gucci menempati peringkat ke-38 untuk kategori Most Valuable Brand berdasarkan penilaian Forbes. Nilai bisnisnya pun mencapai angka 12,4 miliar USD.
Strategi content marketing Gucci
Siapa yang tidak kenal salah satu brand fashion kelas atas seperti Gucci. Terlepas dengan target pasar tersendiri untuk kalangan menengah keatas merk ini selalu popular meskipun memiliki harga produk yang terbilang premium. Namun, bukan berarti hal tersebut membuat Gucci tidak membutuhkan kekuatan media social untuk memasarkan dan mempopulerkan produknya. Media social justru menjadi salah satu pilihan Gucci untuk membuat produknya semakin popular.
Biarpun brand-brand fashion kelas atas dikenal agak lamban dalam memanfaatkan media social, hal tersebut justru mengeluarkan meme untuk memperkenalkan produk terbarunya. Saat itu Gucci melihat peluang saat tren meme yang selalu popular di media social. Bahkan para milenial suka menyukai dan membagikan dengan teman-teman mereka karena dinilai lucu dan menarik.
Gucci memanfaatkan tren tersebut saat peluncuran koleksi jam tangan terbarunya “ Le Marche des Merveilles “dengan menggandeng Amanda Charcian sebagai model memenya. Merek tersebut menugaskan beberapa seniman internet terkenal seperti desainer William Ndatila, documenter Alec Soth, dan tim fotografi @meatwreck sehingga Gucci dapat membalut kemewahan produknya di balik meme yang lucu dan unik.
Akun Instagram Gucci yang biasa digunakan untuk menggungah foto-foto produknya yang artistic dan penuh warna, yang dimana tempat pelanggan up to date mereka untuk mengetahui produk terbarunya dimanfaatkan Gucci untuk memposting meme. Memang cukup unik dan kreatif strategi yang dilakukan oleh Gucci, namun hal tersebut cukup tepat karena merupakan salah satu gebrakan baru dalam memanfaatkan digital marketing untuk dapat mempromosikan produknya biarpun yang mempromosikan bukanlah pelanggan mereka.
Kesuksesan yang dapat dengan kekuatan meme
Implementasi meme sebagai strategi content marketing Gucci menunjukkan hasil yang sangat signifikan. Konten meme tersebut mampu mencapai total reach lebih dari 120 juta pengguna Instagram dengan jumlah likes hampir 2 juta. Lebih dari 21 ribu pengguna Instagram tertarik untuk berkomentar pada konten tersebut. Gucci mengunggah 30 meme dengan total engagement 0,5%. Meskipun engagement-nya terbilang kecil, tetapi sebenarnya nilai tersebut lebih besar dari rata-rata engagement Gucci sebesar 0,41%. Peningkatan engagement tersebut menunjukkan bahwa Gucci mampu meraih brand awareness lebih tinggi sejak menggunakan konten meme.
Alvita - 312019089
Waaahhh menarik nih👍🏻👍🏻
ReplyDeleteKekuatan meme 👌
ReplyDeleteThank you untuk artikelnya wkwk the power of meme 💪
ReplyDeletenice sharing !
ReplyDeletekeren artikelnya
ReplyDeletedigital marketing sangat bermanfaat dalam ilmu marketing yang kekinian
ReplyDeleteMeme itu membawa pesan dibalut dengan keunikan ya. Jadi orang" notice sama apa yang mau diinfokan. Keren, nice sharing.
ReplyDeleteinfo yang menarikkk, thankyouu ^^
ReplyDeleteinfo yg mnrik, thx
ReplyDeleteeren sangat bermanfaat, terima kasih
ReplyDeletekerennn. thanks for information
ReplyDeletelengkap informasinya, thanks
ReplyDeleteNice info, Gucci brand sangat teruji kualitas product nya
ReplyDelete