Hi, Selamat datang kembali bersama saya Alvita. Diblog kali ini saya akan membahas tentang belajar digital marketing untuk pemula. Bagaimana kita menyusun puzzle piece kita sebelum memasarkan produk ke dunia digital marketing.
Masuk
ke dunia digital marketing saat ini mungkin sudah tidak asing lagi, karena
sekarang semua perusahaan atau bisnis untuk memasarkan produknya lebih banyak
melalui media komunikasi digital seperti email, website, media social, iklan
berbasis internet, video, gambar dan bentuk konten digital lainnya.
Namun
dalam memulainya ada yang perlu kita tahu. Yang pertama kita harus mendiagnosa company
kita terlebih dahulu, seperti hal apa saja yang dilakukan perusahaan kita untuk
memasarkan produknya, apa cuma upload di market place, apa cuma post maupun iklan
di Instagram atau melalui konten di tik tok. Lalu Langkah selanjutnya ketahui
dulu apa saja goal yang ingin dicapai setelah masuk ke digital marketing dan
dalam goal yang ingin dicapai bagaimana kita membuat team Buiilding perusahaan.
Barulah kita memulai membangun image perusahaan kita di dunia digital
marketing.
Berikut
tahapan kerangka untuk memulai belajar digital marketingnya yaitu sebagai
berikut :
Tahap
pertama , Build
Menggunakan saluran digital untuk pemasaran memang sangat membantu mempercepat perkembangan bisnis dan sudah lebih mudah bahkan dengan tanpa adanya toko offline. Selain itu pemasaran bisa dilakukan diseluruh dunia dengan hanya beberapa klik saja. Namun bagi sebagian orang masih belum paham sebelum terjun ke digital marketing dan mereka kebanyakan hanya fokus di iklan, konten dan upload produk. Tapi dalam memulai sesuatu tetap harus adanya pondasi awal terlebih dahulu apa aja yang harus dibangun dan dilakukan, yaitu :
- New opportunity : memilih produk yang ingin kita tawarkan. Kita perlu memikirkan apakah produk tersebut inovasi yang belum pernah ada dan menjadi solusi? Dan pastikan bahwa produk yang akan kita perkenalkan bisa menjawab permasalahan setiap konsumen
- Ideal Customer : ada kalimat yang berkata “Business for everyone is business for no one” kalimat tersebut menunjukan tidak ada produk dalam bisnis yang cocok untuk semua orang. Itu sebabnya kita harus mengetahui customer yang ideal untuk bisnis yang digeluti. Customer yang ideal sebuah bisnis adalah customer yang mendapat apa yang mereka butuhkan dari apa yang bisnismu tawarkan.
- False Belief : Ini adalah keresahan-keresahan calon pelanggan yang membuat mereka tidak membeli produk di market kita. Berikut 3 jenis false belief
- Vehicle False belief : keresahan yang dialami pelanggan karena kurang yakin apakah produk yang dijual akan menyelesaikan permasalahannya. Seperti kita menjual handphone, dan pelanggan tidak percaya bahwa kameranya tidak bagus hasilnya, cara kita agar dapat dipercaya bisa dengan memberikan video penggunaannya dan hasil foto handphone tersebut.
- Internal False belief : keresahan yang dialami pelanggan yang muncul pada diri pelanggan tersebut. Contohnya mereka ingin membeli handphone Iphone tapi muncul pikiran “ ya saya gaptek, Iphone kan canggih banget”. Solusi yang kita bisa berikan misalnya memberi tahu bahwa ada buku panduan dan tampilan UI/UX yang mudah dimengerti.
- External false belief : keresahan yang dialami pelanggan lainnya yang membuatnya ragu untuk membeli. Misalnya mereka ingin membeli handphone ternyata tidak bisa COD atau ongkir yang terlalu mahal. Solusinya dengan menawarkan misal lewat shopee yang menawarkan gratis ongkir dsb.
- The Messenger : atau yang dikenal dengan digital leader yang berguna untuk memimpin jalannya digital marketing. Baik komunikasi melalui media social dengan anggota di dalam maupun luar organisasi, kemampuan berpikir dan bekerja sama tanpa batas waktu dan ruang, digital leader juga memiliki kemampuan dalam memantau dan mengelola pekerjaan dengan efektif secara virtual.
- Hook – Story – Ofter : Ini adalah rahasia copywriting yang menarik yang terbagi menjadi tiga, berikut penjelasannya :
- Hook, Hook adalah pancingan pertama antara kita dengan calon konsumen. bentuknya berupa headline, pertanyaan, video atau gambar namun memiliki kualiatas agar mereka berhenti dari aktivitas mereka dan mengalihkan perhatiannya ke iklan kita.
- Story, setelah mereka tertarik dengan pancingan kita, berceritalah untuk mereka. Buatlah mereka mendengar dan menyukai cerita yang kita buat. Mereka biasa akan senang dengan mendengar kisah perubahan, dari pria biasa menjadi pahlawan, dari menderita menjadi bahagia, dari hina menjadi mulia. Ceritalah yang menginspirasi mereka untuk menginginkan produk kita.
- Offer, Kini saatnya memberi mereka penawaran yang sulit mereka tolak atau membuat mereka mau bertindak membeli apa yang kita tawarkan. Produk atau layanan yang dapat membantu mereka mewujudkan keinginan terdalam mereka.
- Value Ladder : Apa yang menjadi up sale
selanjutnya, seperti facebook menambah PPN di iklannya jika kita tidak menambah
profit di belakangnya akan kurang berkembang. Cara ini merupakan memperkenalkan jasa kita ke
customer secara bertahap. Misalnya contoh kasus Air Asia saat memasarkan promo
tiket itu bertahap. Tangga pertama, customer diberikan membership gratis,
kemudian customer akan beli lagi. Tangga kedua, customer diberikan promo ”Sangat
Murah” yang merupakan satu tingkat selanjutnya. Tangga ketiga, harga normal yakni
“Tiket Murah”, kemudian Tangga ke 4 yakni premium. Bermain dengan cara ini membuat
customer akan kembali lagi dan lagi karena promo yang diberikan.
Tahap
Kedua , Automate
Kalau
di tahap pertama kita membahas tentang pondasi, ini adalah tahapan selanjutnya
yang tidak kalah penting, yaitu automate. Automate itu adalah sebuah tahap yang
dapat membantu tim marketing memasarkan produk bisnis dengan cara yang lebih
mudah, efektif dan efisien. Dengan menggunakan marketing automate ini kita akan
dapat menargetkan pelanggan dengan menggunakan pesan otomatis melalui website,
email maupun media social lainnya. Manfaatnya kita tetap bisa menjaga relasi kita
dengan para pelanggan. Berikut apa saja yang diperlukan untuk membentuk
marketing automate :
- Funnel : Desain funnel itu penting dan terdiri dari Content strategy, landing page, lead magnet, Follow up education dan buying hook. Sistem ini merupakan cara menjelaskan berbagai tahapan yang dilalui oleh pelanggan sebelum melakukan pembelian, dari tahap awareness ke tahap mereka siap membeli produk dan menjadi pelanggan. Contohnya, jika bisnismu menjual buku maka marketing funnel akan menjelaskan tahapan dari kali pertama audiens kamu mendengar brand buku kamu misalnya melalui blog atau media social, hingga akhirnya berhasil menarik perhatian mereka untuk melakukan pembelian dan memutuskan jadi pelanggan.
- Education Follow up : Saat pelanggan itu tertarik dengan produk kita apa yang harus kita lakukan dan informasi apa saja yang bisa kita berikan kepada mereka. Education follow up adalah aspek yang memiliki peran penting bagi kemajuan dan perkembangan suatu bisnis. Salah satu cara yang paling umum adalah melalui email, dengan menghubungi mereka kembali customer menanyakan mengenai produk yang ditawarkan sehingga kita bisa memastikan respon dari mereka dan hal yang belum mereka pahami.
- Return Path : menerapkan strategi komunikasi antara pembeli dan prospek yang menyebabkan mereka kembali untuk membeli lagi dan lagi. Misalnya kalau customer sudah datang ke toko kita tapi mereka tidak kembali lagi ke kita, begitupun kalau customer sudah datang ke toko kita bagaimana membuat mereka balik lagi dan treat bagaimana supaya mereka tetap jadi pelanggan.
Tahap
Ketiga , Scale
Saat
semua sudah siap perjuangan yang harus kita lakukan agar membuat produk kita
diterima oleh pasar dan menghasilkan uang terus-menerus. Dan tak lupa agar perusahaan
mengalami pertumbuhan dan berkembang menjadi perusahaan yang besar.
Pada
dasarnya scale ini adalah membuat suatu perusahaan kecil menjadi lebih besar
dan mempunyai sistem yang lebih mapan dan tentunya mampu menghasilkan
keuntungan yang lebih banyak.
Berikut hal apa saja yang perlu dilakukan :
- Traffic : Yang dilakukan itu berupa memasang iklan dengan message yang jelas dan saat customer mengunjungi web kita apa yang harus dilakukan. Saat awal mungkin akan terasa berat untuk mengeluarkan biaya iklan untuk orang mengunjungi website anda, tapi dengan orang mengklik dan mengunjungi web itu juga dapat menutupi biaya iklan yang dikeluarkan jika kita benar memahami seluruh CVO.
- Dream 100 : Tujuan dari Dream 100 adalah untuk membawa pembeli ideal bagi perusahaan kita. Analisa hal-hal seperti Apa kebiasaan membeli mereka ? Permasalahan apa yang dapat kita selesaikan dari customer kita? Kemana mereka akan mencari solusi untuk pemasalahannya?
Demikian
artikel tentang belajar digital marketing ini saya buat, kiranya dapat bermanfaat
dan mohon maaf apabila ada kesalahan penulisan yang susah dimengerti.
Terima
Kasih
Alvita
_312019089
Referensi :
Dennysantoso. 2020, 7 September. kerangka Ideal belajar digital marketing untuk pemula [video]. YouTube. https://www.youtube.com/watch?v=gGAA5gxzRoE&t=244s